Pemkab Sumedang Bersama Kodam III Siliwangi Siapkan Penertiban KJA Waduk Jatigede, Targetkan Zero KJA dalam Tiga Tahun

Memuat info...


SUMEDANG, FORKOWAS.COM
- Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Kodam III Siliwangi dan Perum Jasa Tirta II memperkuat koordinasi untuk menertibkan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatigede. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan, mempertahankan fungsi bendungan, serta memperpanjang usia manfaat infrastruktur strategis tersebut.


Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pelaksanaan penertiban KJA yang dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (20/10/2026).


Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, mengatakan kehadirannya di Sumedang merupakan tindak lanjut perintah Pangdam III Siliwangi sekaligus kerja sama antara Kodam III Siliwangi dan Perum Jasa Tirta II.


Menurut Yanto, berdasarkan hasil pendataan yang disampaikan dalam rapat, terdapat sekitar 1.277 unit KJA atau lebih dari 5.100 petak di Waduk Jatigede, meskipun kawasan tersebut direncanakan bebas dari KJA.


“Secara bertahap, tahun ini kita akan menertibkan sekitar 1.000 petak. Kemudian, selama tiga tahun, semuanya ditargetkan menjadi zero KJA,” ujarnya.


Yanto menegaskan, penertiban akan dilakukan secara humanis, adil, dan merata. Pihaknya juga akan mengedepankan sosialisasi serta koordinasi dengan para petani KJA agar proses penertiban berjalan kondusif dan masyarakat tidak merasa dirugikan.


Ia menjelaskan, barang-barang hasil penertiban akan diserahkan kembali kepada pemiliknya. Pelaksanaan kegiatan nantinya melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk kepolisian, Satpol PP, dan perangkat dinas lainnya, setelah adanya surat perintah.


Yanto menambahkan, penertiban diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan fungsi Waduk Jatigede. Menurutnya, waduk tersebut merupakan aset strategis yang manfaatnya perlu diwariskan kepada generasi mendatang, termasuk untuk mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA).


Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Bendungan Jatigede Kementerian PU Yuyu Wahyudin, menjelaskan bahwa Bendungan Jatigede memiliki fungsi penting untuk mendukung irigasi, penyediaan air baku, dan pembangkitan listrik.


Namun, berdasarkan pemaparan hasil pemantauan kualitas air dalam rapat, sebagian besar parameter kualitas air Waduk Jatigede disebut telah menunjukkan kondisi tercemar. Parameter pH dan suhu menjadi pengecualian karena masih berada dalam kondisi normal.


Yuyu berharap penertiban KJA dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas air dan menjaga keandalan fasilitas bendungan serta operasional PLTA.


Ia juga mengungkapkan adanya laporan mengenai lapisan sisa pakan pada bagian pendingin PLTA dan terowongan menuju *powerhouse*. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko korosi dan mengganggu kinerja pembangkit listrik.


Selain itu, kualitas air juga berkaitan dengan biaya pengolahan air baku untuk kebutuhan air minum. Apabila pencemaran semakin berat, biaya penetralan air berpotensi meningkat dan berdampak pada biaya pelayanan kepada masyarakat.


Di sisi lain, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik kerja sama antara Kodam III Siliwangi, Perum Jasa Tirta II, dan pihak terkait dalam penanganan KJA Waduk Jatigede.


Menurutnya, kepentingan yang lebih besar, yakni menjaga lingkungan dan keberlanjutan fungsi bendungan, perlu menjadi perhatian bersama. Terlebih, pembangunan Waduk Jatigede telah membutuhkan biaya besar dan pengorbanan masyarakat yang terdampak pembangunan.


“Kita harus menjaga hasil pembangunan ini. Sayang kalau bendungan yang dibangun dengan biaya besar justru mengalami kerusakan. Namun, kesejahteraan masyarakat Sumedang juga tetap harus kita perhatikan,” ujar Dony.


Ia menegaskan, pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi masyarakat yang terdampak penertiban agar dapat beralih ke mata pencaharian lain tanpa menimbulkan kemiskinan baru.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pengembangan pariwisata Waduk Jatigede sebagai sumber ekonomi baru. Pengembangan wisata tersebut didukung tiga unsur utama, yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.


Dony menyebutkan, akses jalan menuju kawasan Jatigede, termasuk jalur lingkar selatan, timur, dan utara, telah mendukung kemudahan akses wisatawan. Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan fasilitas wisata agar mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Selain sektor pariwisata, Pemkab Sumedang turut mendukung pengembangan kelompok usaha bersama, peternakan, dan pertanian. Pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) juga disiapkan sesuai minat masyarakat, mulai dari menjahit, mengoperasikan forklift, mengolah makanan, hingga mempersiapkan tenaga kerja untuk bekerja di Jepang.


Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, penertiban KJA di Waduk Jatigede diharapkan dapat berjalan tertib dan kondusif, sekaligus menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, keberlanjutan fungsi bendungan, dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

Aplikasi Forkowas

Instal untuk baca berita lebih cepat & hemat kuota!